KERAJAAN NEGARA DIPA
A. Sejarah Munculnya Kerajaan Negara Dipa
Kemunculan Kerajaan Negara Dipa sangat berkaitan dengan
keruntuhan Kerajaan Nan Sarunai. Pada tahun 1355 Masehi, Raja Hayam
Wuruk, penguasa Majapahit, memerintahkan seorang panglimanya yang
bernama Empu Jatmika untuk memimpin armada perang dengan misi
menaklukkan Kerajaa Nan Sarunai dan menjadikannya sebagai bagian dari
Kerajaan Majapahit. Peristiwa tentang penyerbuan angkatan perang
Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Nan Sarunai ini dikisahkan dalam Hikayat
Banjar dan diabadikan oleh para seniman lokal melalui tutur wadian
(puisi ratapan) yang dilisankan dalam bahasa Maanyan. Mereka mengenang
keruntuhan Kerajaan Nan Sarunai dengan menyebutnya sebagai peristiwa
"Usak Jawa" atau Penyerangan oleh Kerajaan Jawa".
B. Silsilah Kerajaan Negara Daha
Raja/ Ratu yang pernah berkuasa di Kerajaan Negara Dipa, yaitu sebagai berikut :
- Empu Jatmika (1355 M) - Pejabat dan Pelaksana pemerintahan Kerajaan Negara Dipa
- Lambung Mangkurat - Pejabat dan Pelaksana pemerintahan Kerajaan
Negara Dipa pengganti Empu Jatmika, sebelum Putri Junjung Buih
dinobatkan menjadi Ratu Kerajaan Negara Dipa dan menjadi Mangkubumi
sampai masa awal pemerintahan Maharaja Sari Kaburangan
- Putri (Ratu) Junjung Buih (1362 M) - Ratu Kerajaan Negara Dipa bersama Lambung Mangkurat sebagai Mangkubumi.
- Raden Putra bergelar Pangeran (Maharaja) Suryanata (1362 M - 1358 M)
- Aria Dewangsa bergelar Pangeran (Maharaja) Surya Gangga Wangsa (1385 M - 1421 M) - Raja Kerajaan Negara Dipa
- Raden (Maharaja) Carang Lalean (1421 M - 1448 M) - Raja Kerajaan Negara Dipa
- Putri (Ratu) Kalungsu (1436 M - 1448 M) - Wali Raja ketika Raden Sekar Sungsang masih berumur enam tahun
- Raden Sekar Sungsang bergelar Pangeran (Maharaja) Sari Kaburangan (1448 M) - Raja Terakhir Kerajaan Negara Dipa
C. Sistem Pemerintahan
Pada abad ke 14 muncul Kerajaan Negara Daha yang memiliki
unsur-unsur Kebudayaan Jawa akibat dari pendangkalan sungai di wilayah
Negara Dipa. Sebuah serangan dari Jawa menghancurkan Kerajaan Negara
Dipa ini. Pada masa Maharaja Sari Kabungaran alias Raden sekar Sungsang,
putera dari Putri Kabu Waringin alias Putri Kalungsu, untuk menghindari
bala bencana ibukota dipindahkan dari Candi Agung karena dianggap sudah
kehilangan tuahnya, untuk menyelamatkan dinasti baru pimpinan Maharaja
Sari Kaburangan segera naik tahta dan memindahkan pusat pemerintahan ke
arah hilir pada percabangan anak Sungai Bahan yaitu Muara Hulak. Negara
Dipa terhindar dasi kehancuran total, bahkan dapat menata diri menjadi
besar yang kemudian diganti dengan nama Negara Daha sehingga kerajaan
disebut dengan nama yang baru sesuai dengan letak ibukotanya ketika
dipindahkan yaitu Kerajaan Negara Daha. Nama sungai Bahan pun berganti
menjadi Sungai Negara (Sungai Nagara).
|
Baru tau ada kerajaan Namanya Dipa. Makasih ya infonya 🖒
BalasHapus